PSIKOLOGI BARAT DAN ISLAM




Psikologi Menurut Psikolog Barat

Sejak pertengahan abad XIX, yang di dakwahkan sebagai abad kelahiran Psikologi kontemporer di dunia Barat, terdapat banyak pengertian mengenai Psikologi yang ditawarkan oleh para psikolog. Masing-masing pengertian memiliki keunikan, seiring dengan kecenderungan, asumsi dan aliran yang dianut oleh penciptanya. Meskipun demikian, perumusan pengertian Psikologi dapat disederhanakan dalam 3 ( tiga) pengertian yaitu:

- Psikologi adalah studi tentang jiwa (psyche). seperti studi yang dilakukan Plato (427-437 SM) dan Aristoteles (384-322 SM) tentang kesadaran dan proses mental yang berkaitan dengan jiwa.
- Psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang kehidupan mental, seperti pikiran, perhatian, persepsi, inteligensi, kemauan dan ingatan. Definisi ini dipelopori oleh Wilhelm Wundt.
- Psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang perilaku organism, seperti perilaku kucing terhadap tikus, perilaku manusia terhadap sesamanya, dan sebagainya. Defini yang terakhir ini dipelopori oleh John Watson (dalam Shaleh, 2008).


Psikologi Menurut Psikolog Muslim

Sedangkan Psikologi Islam menurut para psikolog muslim adalah ilmu yang berbicara tentang manusia, terutama masalah kepribadian manusia, yang bersifat filsafat, teori, metodologi, dan pendekatan problem dengan didasari sumber-sumber formal Islam (Al-Quran dan Hadits) dan akal, indra, dan intuisi. Psikologi Islam adalah konsep psikologi modern yang telah mengalami proses hiterisasi dan didalamnya terdapat wawasan Islam. Psikologi Islam adalah perspektif Islam terhadap Psikologi modern dengan membuang konsep-konsep yang tidak sesuai atau bertentangan dengan Islam. 



 
Menurut Hanna Djumhana Bastaman, Psikologi Islam ialah corak Psikologi berlandaskan citra manusia menurut ajaran Islam, yang mempelajari keunikan dan pola perilaku manusia sebagai ungkapan pengalaman interaksi dengan diri sendiri, lingkungan sekitar dan alam kerohanian, dengan tujuan meningkatkan kesehatan mental dan kualitas keberagamaan. 

Psikologi Islam sebenarnya merupakan pandangan Islam tentang “manusia” yang tidak harus dikait-kaitkan dengan pandangan psikologi Barat. Dasar pendidikan psikologi barat adalah spekulatif philoshopis tentang manusia, sedangkan Psikologi Islam didasarkan atas sumber otentik yaitu Al-Quran dan As-Sunnah.

Psikologi Islam memiliki kedudukan yang sama dengan disiplin ilmu keislaman yang lain, seperti sosiologi Islam, politik Islam, ekonomi Islam dan sebagainya. Penempatan kata-kata Islam di sini memiliki arti corak, cara pandang, pola pikir, paradigma, atau aliran-aliran tersendiri yang berbeda dengan psikologi kontemporer pada umumnya. Psikologi Islam tidak hanya menekankan perilaku kejiwaan, melainkanjuga hakikatjiwa sesungguhnya. Sebagai satu organisasi permanen, jiwa manusia bersifat potensial yang aktualisasinya dalam bentuk perilaku sangat tergantung pada ikhtiarnya. Dari sini tampak bahwa psikologi Islam mengakui adanya kesadaran dan kebebasan manusia untuk berkreasi, berpikir, berkehendak, dan bersikap secara sadar, walaupun dalam kebebasan tersebut dalam koridor sunahsunah Allah SWT. 



Psikologi Islam mempunyai tujuan yang hakiki, yaitu merangsang kesadaran diri agar mampu membentuk kualitas diri yang lebih sempurna untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Psikologi Islam adalah disiplin ilmu yang membantu seseorang untuk memahami ekspresi diri, aktualisasi diri, realisasi diri, citra diri, harga diri, kesadaran diri, kontrol diri, evaluasi diri, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. 

Berbeda dengan psikologi kontemporer-sekuler yang dapat dikatakan menggunakan semata-mata kemampuan intelektual untuk menemukan dan mengungkapkan asas-asas kejiwaan. Psikologi Islam mendekatinya dengan memfungsikan akal dan keimanan sekaligus, yakni menggunakan secara optimal daya nalar yang objektif ilmiah dengan metodologi yang tepat. di samping merujuk kepada petunjuk-Nya mengenai manusia yang tertera dalam Al-Quran Maha Benar dan Hadits yang abash serta pandangan para ulama yang teruji. Dengan demikian landasan Psikologi Islam adalah ayat-ayat Qur'an dan ayat-ayat nafsani yang dukung mendukung atau lebih luas; asas-asas keagamaan dan temuan-temuan iptek di bidang kemanusiaan. 

Sekalipun Psikologi Islam erat hubungan keilmuannya dengan Agama Islam, dan tak terpisahkan dari padanya, tetapi perlu dikukuhkan di sini bahwa bagaimana pun Psikologi Islam adalah Psikologi, dan ia adalah sains yang mempunyai persyaratan-persyaratan ketat sebagai sains. Dalam Psikologi Islam sama sekali tidak ada pencampur bauran antara psikologi dengan agama atau pereduksian fenomena keagamaan menjadi semata-mata proses psikologi. 



Sebagai kesimpulannya dapat dirumuskan bahwa Psikologi Islam adalah kajian Islam yang berhubungan dengan aspek-aspek dan perilaku kejiwaan manusia, agar secara sadar manusia tersebut dapat membentuk kualitas diri yang lebih sempurna dan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, berdasarkan nilai-nilai Al-Quran dan Hadis.


Komentar

Postingan Populer