TITIK RENDAH
Entah bagaimana kehidupan dan garis takdir yang aku dapatkan, entah harus berapa kali terjatuh dan terluka, entah harus sebanyak apa derita, apakah harus beribu ribu tangis untuk semuanya bener bener berakhir, sangat menyedihkan, padahal sudah mencoba sebaik mungkin, banyak cacian, hinaan, prasangka buruk, opini buruk yang aku maklumi, banyak kecewa yang hanya aku balas dengan senyuman, banyak tangis yang aku balas dengan kata "itu salah aku kok", banyak harapan yang terbunuh aku balas dengan doa dan usaha, semua hal aku telan, aku pendam sendirian hingga berakhir sesak dan ingin aku muntahkan.
Di beberapa keadaan aku merasa menjadi seorang yang cukup baik, bisa memahami banyak hal, menerima banyak hal, tapi tetap saja pada kenyataannya aku seorang pecundang dengan bejuta topeng, hebat dalam menasehati, mendengarkan kisah pelik orang lain, mencari jalan keluar untuk kehidupan orang lain, namun aku kalah dengan kehidupanku sendiri.
Aku bangga dengan diriku, di saat orang lain mengejar kebahagiaan yang begitu tinggi dan melelahkan, justru aku bahagia dengan hal hal sederhana, aku bangga dengan diriku, di saat orang orang sibuk dalam dunia yang kacau, aku bisa bersantai tanpa beban, aku bangga dengan diriku, di saat semua orang memaki dunia yang tidak adil, tidak terima dengan opini orang lain, aku bisa tersenyum ketika banyak serangan dari kenyataan atau manusia lain.
Mungkin ingin mati jadi hal yang baik, tak terbebani, tak memikirkan kehidupan yang begitu melelahkan, tak harus bertarung dengan kenyataan yang begitu kejam, tak harus banyak sandiwara.
Komentar
Posting Komentar