IKHLAS ADALAH KEBOHONGAN

Hai aku yoga. 
ini akan jadi tulisan khusus untuk seseorang yang aku kenal, dan jika memang kalian yang membaca ini mengalaminya, semoga ini membantu kalian, so lets talk. 


Untuk kalian yang pernah kehilangan seseorang, di tinggal oleh waktu, atau berpisah karena takdir kematian dari tuhan, mungkin kalian pernah mendengar kalimat semacam ini "yang sabar ya, jangan sedih, coba ikhlasin aja itu udah rencana tuhan, jangan terlalu sedih semua manusia memang akan berpulang" atau kalimat lain yang hampir mirip, yang jelas kalimat-kalimat tersebut merujuk kepada ikhlas dan penerimaan takdir, ya memang kalimat itu benar dan memang seharusnya kita tidak terlalu berlarut larut dalam kesedihan.

Tapi apakah adil ketika ungkapan atau reaksi tubuh kita malah di batasi manusia lain yang belum tentu mereka paham dan pernah merasakan hal tersebut, sebab banyak sekali hal hal yang akan membuat kita merindukan sosok manusia yang telah hilang dari dunia kita, entah itu ayah, ibu, saudara, atau teman.

Tatapannya, suaranya, gerak tubuhnya, candanya, amarahnya, rangkulannya, hal hal baik yang penuh kasih sayang, penuh emosional yang pernah di berikan dan segala hal yang mungkin tidak terlalu kita sadari saat masih ada akan jadi bayang bayang yang terngiang, layaknya moment berharga yang menghantui untuk di kenang.

Dan untuk prihal ini, menurutku pribadi ikhlas adalah sebuah kebohongan, dan manusia yang meminta untuk mengikhlaskan adalah manusia yang kejam, bagaimana tidak bayangkan saja kau tak mampu menyentuh kulit yang membaluti tubuhnya lagi, kau tak mampu bercengkerama dalam tawa, duka dan absuritas di sebab kan alam yang sudah berbeda, dan mereka yang terlihat baik baik saja atau sudah "IKHLAS" adalah mereka yang sudah berusaha mati matian untuk menerima keadaan sampai akhirnya mereka kalah dan mencoba terbiasa dengan fakta bahwa sosok penting atau istimewa dari hidup mereka telah pergi untuk selamanya.

Manusia bukan makhluk abadi, manusia akan menemui ajalnya untuk bertemu sang pencipta, jadi hargai selagi bisa, dan jika ingin bersedih, mengenang lakukan saja, kamu berhak untuk berada dalam rasa tersebut namun tetap harus di ketahui terlalu berlebihan tidak baik.

semangat ya:) 

Komentar

Postingan Populer