MANIPULATION FORM THE HELL
Hai aku yoga.
kali ini aku menulis dengan kegelisahan yang telah bertahan untuk waktu yang tidak singkat, kegelisahan ini terjadi di sebabkan seseorang yang aku kenal telah terjebak dalam situasi manipulasi (menurut analisis dan hipotesis pribadi), dan sebenarnya tulisan ini juga tidak terlalu punya landasan yang kuat di sebabkan hal yang akan aku jelaskan berasal dari beberapa bacaan yang sempat aku baca dan dari beberapa moment dalam kehidupan yang aku alami, tulisan ini menjadi pertanda bahwa aku melewati batas yang sudah di bentang, namun aku terlalu gelisah, so nikmati tulisan ini and let's go.
perilaku manipulatif itu perilaku yang dilakukan oleh seseorang agar mencapai suatu keinginnanya, yang dimana perilaku ini dapat merugikan orang lain. Biasanya orang yang manipulatif akan mengendalikan pikiran dan perilaku orang lain untuk mendapatkan keuntungannya. Orang yang memiliki sifat manipulatif ini akan menyerang bagian mental dan sisi emosional orang lain, dan hal tersebut membuat orang lain merasa bersalah hingga akan meragukan dirinya. meski pun sebelumnya orang lain itu memiliki pondasi yang cukup baik soal berfikir dan bersikap, namun keberadaan orang yang memanipulasi dengan cara yang high level dapat menghancurkan pondasi yang di miliki, Manipulatif dalam hubungan biasanya ditandai dengan seringnya pasangan memutar balikan fakta, tindakan, keinginan dan mengungkit kesalahan yang telah lalu, hal ini dilakukan agar membuat pasangannya jadi merasa bersalah.
menurut braiker & harriet di bukunya yang berjudul Who’s Pulling Your Strings? How to Break The Cycle of Manipulation, Di situ dia menulis, Manipulasi bertujuan mengubah perilaku atau persepsi seseorang dengan melakukan kekasaran, penipuan, dan penyembunyian fakta. Manipulasi dipakai untuk melindungi dirinya dengan membalik fakta atau menyerang orang lain dalam berbagai macam cara yang akan berbeda pula di beberapa kondisi. Korban dari perilaku manipulatif biasanya sulit menolak permintaan pelaku karena adanya tekanan fisik maupun psikis. Karena dalam beberapa kasus, keberadaan seseorang di dalam lingkungan seseorang yang manipulatif dapat menyerang alam bawah sadar, Di samping itu, pelaku juga sering kali menanamkan keraguan pada korban yang dimanipulasi agar dia tidak bisa berpikir dengan jernih dalam memutuskan sesuatu.
bukti nyata dari terjebak dalam permainan seseorang yang manipulatif, seperti Silent Treatment, Guilt Tripping, Suka Memutarbalikkan Ucapan, banyak hal yang mempengaruhi kenapa manusia bisa manipulatif, bisa berasal dari faktor keluarga, trauma, habits dari orang sekitar, atau rasa takut kehilangan yang berlebihan, dan keadaan ini di perparah dengan rasa obsesi seseorang terhadap orang lain.
banyak ciri ciri yang mudah di sadari ketika bertemu dengan seorang yang manipulatif, seperti Berbohong, Menyangkal dan menghindar, Menyalahkan dan merendahkan orang lain, namun tetap harus di pahami bahwasanya kita tidak bisa asal asalan dalam mengkategorikan seseorang manipulatif atau tidak, harus ada pengamantan untuk hal tersebut.
banyak alasannya kenapa ada orang yang bisa terjebak dalam situasi itu Salah satu alasan mengapa seseorang bertahan dalam toxic relationship adalah rasa candu dirasakan. Rasa candu tersebut pun muncul karena adanya "penghargaan/hal baik" yang tidak terus-menerus muncul. Hal ini pun mengakibatkan perubahan biokimia pada otak seseorang dan membuat rasa candu.
Jika "penghargaan" dengan mudah didapat, maka otak kita akan merangsang dopamine. Sebagai informasi, dopamine adalah salah satu hormon yang banyak terbentuk saat jatuh cinta dan memunculkan rasa senang. Sementara itu, respons dopamine akan jauh lebih tinggi dan intens apabila kita mendapat ‘penghargaan’ yang tidak konsisten. Karena itu, semakin jarang mendapat penghargaan positif dari pasangan, maka semakin tinggi pula rasa candu yang dirasakan.
aku tau menjadi seseorang yang selalu berusaha melihat hal baik, tidak berfokus pada hal buruk tentu bagus. Namun, jangan sampai mengabaikan hal negatif yang terjadi dalam hubungan yang ada, karena jika terus dibiarkan, hal ini akan menyebabkan seseorang terjebak dalam hubungan yang toxic. Karena merasa bahwa masih ada hal positif dalam hubungan kamu dan dia (manipulator), kamu berusaha keras untuk mempertahankan hubungan tersebut dengan terlalu menekankan hal baik dari dia yang belum tentu baik, dan mengabaikan fakta fakta yang sebenarnya sudah di rasakan.
Seolah kembali membayangkan apa yang kamu korbankan untuk hubungan ini, kamu merasa bahwa hubungan tersebut sebenarnya masih bisa diperbaiki. Pengorbanan tersebut pun melibatkan waktu, usaha, energi, hingga uang yang selama ini kamu habiskan demi membangun hubungan tersebut,
layaknya investasi, kamh berharap akan mendapat return atau pengembalian yang tinggi. Karena belum mendapatkannya, muncullah rasa sayang yang sebenarnya gak sebegitunya hanya untuk tidak meninggalkan hubungan tidak sehat tersebut.
Rasa nyaman yang dirasakan ketika bersama orang yang telah menemani kamu dalam jangka waktu lama atau bersama dalam banyak moment yang kamu gak pernah rasakan, atau moment yang kamu mau dan dia ada bersamamu tentu tidak mudah dilupakan. Hal inilah yang sering kali membuat seolah mengikat kamu dalam hubungan yang tidak sehat tersebut,Karena sudah terlalu nyaman itulah, muncul rasa enggan untuk berhubungan dengan orang baru. Belum memulainya pun, kamu sudah merasa malas dan lelah untuk kembali mengenal, mendekati, dan menyesuaikan diri dengan orang baru. Padahal, bisa jadi orang baru tersebut adalah orang yang tepat untuk kamu.
Biasanya seseorang yang sudah terbiasa dengan hubungan yang seperti ini, sering kali membandingkan hubungan tersebut dengan hal buruk yang sebelumnya telah kamu alami. Misalnya "setidaknya dia tidak memukul aku" serta "setidaknya dia meminta maaf dan kembali baik kepada aku, walau telah memukul saya sebelumnya" atau "setidaknya dia kalau marah gak kasar, dia penyabar, dia penuh effort" dan hal hal lainnya. Pengalaman tersebut pun membentuk gagasan bahwa cinta memang seharusnya menyakiti. Jika terus dibiarkan, kamu akan terbiasa dengan hubungan toxic tersebut.
Manipulasi dalam hubungan dapat membuat kamu percaya bahwa bukan sebuah pilihan untuk meninggalkan hubungan tersebut. Hal ini pun membuat kamu putus asa, karena merasa tidak dapat berhenti dari hubungan tersebut.
Mungkin saja kalimat seperti "aku bisa mati kalo kamu putusin aku", "aku percaya kita bisa lebih baik dari ini dan aku harus bareng sama kamu", "aku bisa berbuat nekat kalau kamu memilih putus" atau hal hal lain yang berbentuk ancaman. Selain itu, dapat pula hubungan kamu penuh dengan kalimat yang memutar balikan kata seperti "aku tau kamu mutusin aku karena ada orang baru kan" atau "kamu gak mikir apa gimana nanti kacaunya aku kalau kamu tinggalin"
Kalau menurut kamu ucapan tersebut merupakan usaha manipulasi agar kamu tetap bersamanya, ada baiknya kamu semakin berhati-hati. Jangan ragu pula untuk meminta bantuan pihak ketiga apabila kamu merasa sudah di tahap yang membahayakan diri dan kehidupan kamu.
Banyak hal yang merugikan jika terjebak bersama orang yang manipulatif, dan beberapa telah aku jelaskan dari tulisan di atas, dan masih banyak lagi hal hal yang akan memberikan dampak negatif jangka panjang atau dekat, sebab biasanya orang yang manipulatif punya target berkala yang meningkat seiring dengan meningkatnya rasa termanipulasi dari korban, dan sebagai contoh, orang yang manipulatif bisa saja mengincar uang, perasaan, mental bahkan lebih parahnya adalah tubuh, yang tentu hal ini akan memberikan efek buruk untuk kehidupan yang akan datang terhadap korban.
Terimakasih atas waktunya karena telah mau membaca tulisan ini.
sosial media link:
instagram: @_prayogaairwn
youtube : my mind universe
Komentar
Posting Komentar