KOMPLESITAS RASA

hai aku yoga
Pada dasarnya manusia memiliki dan merasakan banyak rasa, entah itu sedih, senang, sakit, bahagia, dan banyak hal lainnya, dan rasa rasa tersebut muncul di beberapa situasi berbeda, seperti merasa sedih ketika merasa kehilangan, merasa bahagia saat mendapat sesuatu yang di inginkan, merasa kecewa saat hal hal yang di harapkan tidak terjadi dan lain lainnya.

Namun di tulisan kali ini aku ingin berfokus pada rasa dalam konteks hubungan dan interaksi antar manusia, tentang rasa suka, jatuh cinta, kecewa, sedih yang sering kali disalah artikan menurutku, ya walaupun pada nyatanya memang manusia sering kali mengambil istilah lain untuk menggambarkan suasana atau kondisi dirinya, bahkan ada juga yang menggunakan istilah lain untuk hal yang diri sendiri tidak mengerti.

Aku akan menjelaskan ini berdasarkan cerita dan pengalaman yang aku alami atau yang ada di orang sekitarku, pada awalnya aku sering sekali merasa bahwa aku menyukai seseorang, bahkan di beberapa kesempatan aku mengartikannya sebagai "jatuh cinta", dan tak luput tentunya aku juga sering merasa sakit hati, kecewa dengan orang lain yang aku anggap mereka melakukan kesalahan, merasa senang dan bahagia saat bersama atau berinteraksi dengan hal hal yang ada. Dan rasa rasa tersebut ku namai tanpa aku benar benar memahami apa yang sebenarnya aku rasakan, aku tak begitu paham tentang rasa saat itu, hanya menggunakan sebuah istilah sedih atau senang dan lain-lain untuk rasa yang aku pikir sepertinya memang itu.

Sampai pada akhirnya aku berada di sebuah keadaan di mana aku merasa sedih tapi aku tak begitu yakin bahwa aku sedang bersedih, hingga muncul beberapa pertanyaan di kepala tentang gejolak rasa yang ada, tenang zat kimia yang di produksi otak itu apa dan untuk rasa apa, dan pada saat itu juga aku mulai untuk lebih melihat sesuatu secara menyeluruh dan tidak tergesah gesah mengambil kesimpulan atas apa yang sebenarnya aku rasakan.

Sebab bisa saja saat kita merasakan "SUKA" terhadap sesuatu (manusia atau benda) sebenarnya kita bukan suka, bisa saja itu hanya rasa tak terkategori yang muncul di moment yang tepat, seperti contoh : aku suka terhadap seorang wanita, coba tanyakan lagi pada diri sendiri, beneran suka atau cuma sekedar penasaran, yang katanya suka itu, kagum atau cuma pengen tahu aja, yang di suka itu orangnya, atau moment saat bersama, atau suka senyumnya, bahkan bisa aja hanya sekedar terpukau akan pikirannya.

Ini juga berlaku untuk banyak rasa yang ada, seperti bahagia yang bisa saja bukan bahagia, hanya saja moment nya tepat, atau kamu memang membutuhkan hal tersebut hingga pada akhirnya kamu menyimpulkan bahwa itu rasa bahagia, atau rasa sayang yang sebenarnya gak ada, kamu nganggap seperti itu padahal kamu cuma gak mau kehilangan dia di hidup kamu, atau kamu gak yakin kalau dia pergi kamu bakalan nemu orang kaya dia, atau bahkan kamu gak yakin sama kemampuan diri sendiri kalau dia ninggalin kamu, juga rasa kecewa yang mungkin saja karena dia selingkuh atau berbohong, atau karena kamu gak menyangka bisa di bohongi, kamu gak menyangka banyak hal yang sudah kamu lakukan malah di balas penghianatan,dan banyak lagi rasa yang harus jelas pendefinisiannya namun untuk saat ini aku hanya ingin membahas beberapa rasa saja. 

Memang pada akhirnya hal seperti ini malah membuat kita kedalam kerumitan, namun percayalah nanti setelah kamu mampu mendefinisikan apa yang sebenarnya kamu rasakan tanpa harua mengambil istilah lain untuk menggambarkan suasana hati kamu, kamu akan merasa sangat damai.

Terimakasih 

Komentar

Postingan Populer