MY FUCKING MENTAL #1
Hai aku yoga
Aku seseorang dengan permasalahan mental yang cukup banyak, dan hal ini juga baru aku ketahui beberapa tahun terakhir ini, di saat aku memutuskan untuk pergi ke psikolog, banyak hal yang membuat aku cukup terheran heran dengan fakta bahwa mentalku selama ini sekacau itu, sebenarnya aku tau aku punya masalah, namun dulu aku belum mengerti dan paham apa permasalahannya dan di sebut apa masalah tersebut.
Namun kali ini aku mau membahas salah satu dari banyaknya masalah mental yang aku derita, hal yang cukup membuatku kewalahan, yaitu "Anxiety disorder "atau panic attack , Ini baru saja terjadi lagi dan yang kali ini cukup parah, saat aku sedang duduk di tempat makan pinggir jalan yang sebenarnya dari awal aku sudah coba untuk memberikan pilihan lain selain makan disitu, bukan, bukan karena tempat makan di pinggir jalan, tapi suasana keriuhan kendaraan dan manusia manusia yang berlalu lalang dengan suara yang tak terterima oleh telinga ini, dan bukan salah manusia yang mengajakku untuk makan di tempat itu, aku yang salah sebab tak mau memberi tahu, dikarenakan aku terlalu malu untuk mengatakannya, takut di kira lebay dan caper.
Kita akan mulai dari pengenalan apa itu Anxiety disorder, Anxiety disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan rasa cemas dan takut berlebih. Anxiety merupakan sebuah respon dari tubuh manusia ketika sedang mengalami stres, atau berada dalam situasi tertentu. Yang dimana menimbulkan perasaan takut atau khawatir tentang apa yang akan datang atau hal hal berbentuk traumatik di masa lalu yang mungkin terjadi lagi. Keadaan ini juga di perparah dengan panic attack yang berlebihan, mengakibatkan kecemasan secara berlebihan, detak jantung yang terlalu cepat, kepala yang pusing/oyong, tangan berkeringat, dan dalam keadaan seperti ini biasanya kita akan khawatir dengan segala hal, melirik ke kiri dan kanan, mau nangis dan beberapa hal lainnya.
Panic attack adalah suatu kondisi yang membuat seseorang mengalami ketakutan dan kecemasan secara tiba-tiba, Penyebab panic attack biasanya dipicu akibat dari stres yang sedang dialami cukup intens. Berikut beberapa penyebab lainnya yang berperan atas timbulnya gejala: Genetik, terdapat pola kecemasan dalam interaksi sosial, memiliki trauma, dan pengalaman buruk dalam suatu hal, temperamen yang cenderung sensitif terhadap stres atau peka terhadap emosi negatif. Serangan panik merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa takut atau gelisah berlebihan, secara tiba-tiba. Ketika mengalami serangan ini, pengidapnya dapat mengalami serangan kegelisahan, seperti meningkatnya detak jantung, napas menjadi pendek, pusing, otot menegang, dan gemetar. Serangan ini dapat berlangsung selama beberapa menit hingga jam.
Ketika seseorang mengalami serangan panik, otak memerintahkan sistem saraf untuk menimbulkan respons melawan atau menghindar. Akibatnya, tubuh kemudian akan menghasilkan zat kimia yang disebut adrenalin, yang memicu peningkatan detak jantung, frekuensi napas, dan aliran darah ke otot. Kondisi ini sebenarnya muncul dalam rangka mempersiapkan tubuh untuk melawan atau menghindar dari situasi tertekan.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami serangan panik. Salah satunya adalah trauma atau pengalaman di masa lalu yang membuat diri sangat tertekan. Selain trauma, beberapa faktor lain yang juga dapat tingkatkan risiko adalah:
-Stres.
-Perubahan suasana secara tiba-tiba, misalnya masuk ke lingkungan yang ramai dan penuh sesak.
-Faktor genetik atau memiliki keluarga dengan riwayat serangan panik.
-Konsumsi kafein, alkohol, dan NAPZA.
Gejala yang Menyertai Serangan Panik
Berikut ini beberapa gejala yang dapat menyertai serangan panik:
-Berkeringat secara berlebihan.
-Merasa gelisah atau berpikir secara rasional.
-Mulut terasa kering.
-Otot menjadi tegang.
-Merasa sangat takut.
-Gemetar.
-Sesak napas.
-Detak jantung meningkat.
-Kram perut.
-Nyeri dada.
-Mual.
-Pusing atau pingsan.
Serangan panik ini menimbulkan ketakutan yang luar biasa, seperti serangan jantung, sekarat, seperti mau mati. Padahal sebenarnya tidak ada organ tubuh yang terganggu atau berbahaya saat serangan ini terjadi.
Seperti disebutkan di awal, serangan panik dapat berlangsung selama 10 hingga 30 menit, tetapi bisa juga terjadi secara berkesinambungan dalam waktu dua jam. Setelah mengalami serangan panik, pengidapnya akan mengalami kelelahan. Tak hanya itu, serangan ini juga menyisakan rasa takut akan terjadinya serangan kembali, hingga membuat pengidapnya menghindar dari situasi yang dapat memicu serangan panik.
Jika sedang bersama orang yang sedang mengalami serangan panik, tentu akan terasa menakutkan, atau kamu malah akan ikut panik. Meski begitu, sebaiknya kamu berusaha untuk tetap tenang, dan membantunya dengan melakukan beberapa hal ini:
-Selalu tenang dan dampingi orang tersebut selama serangan paniknya berlangsung. Melawan serangan hanya membuat kondisi semakin buruk.
-Bawa ia ke tempat yang jauh lebih tenang, jika serangan panik terjadi saat berada di keramaian.
-Perlahan-lahan, tanyakan padanya apa yang ia butuhkan. Hindari berasumsi apapun dan memberikannya hal-hal yang tidak ia minta.
(Tanyakan apakah ia membawa obat untuk menangani serangan paniknya, lalu bantu ia untuk meminum obatnya.
-Cobalah untuk berbicara dengan kalimat-kalimat pendek dan sederhana, selama serangan panik berlangsung.
-Hindari hal-hal atau gangguan apa pun yang berkesan mengejutkan atau menyibukkan.
-Bantu ia untuk mengatur pernapasannya dengan memintanya bernapas pelan, dalam hitungan 10 lambat-lambat.
-Katakan kalimat-kalimat suportif, seperti: “Tenang saja, semua baik-baik saja”, “Ini akan segera berakhir”, atau ketika serangan mulai mereda, katakan: “Aku bangga kamu bisa berhasil melewati serangannya”
Serangan panik yang tidak ditangani dapat menyebabkan masalah psikologis yang lebih parah, seperti gangguan kecemasan. Hal ini juga dapat membuat pengidapnya cenderung ingin menarik diri dari lingkungan sekitar dan aktivitas normal jadi terganggu.
Jadi, jika ada sahabat, orang terdekat, atau diri kamu sendiri yang mengalami serangan panik, jangan anggap remeh, jangan di kata katain lebay, caper atau berlebihan, sebab keadaan tersebut akan menimbulkan dampak negatif yang lebih berbahaya dan mengakibatkan "penderita" lebih merasa cemas dan ketakutan.
Terimakasih
Komentar
Posting Komentar