NOTHING'S NEW
Gimana hari hari melelahkan itu?, apakah sudah berlalu dan sudah bertemu dengan doa doa lalu yang perlahan terkabul, atau muncul derita mendera yang menyiksa dengan kadar yang lebih tak terkira!!!.
Terlepas dari segala macam keadaan saat ini, aju harap untuk aku dan semua pembaca tulisan ini di berikan banyak kemudahan dan hikmah yang lebih mampu di sadari, aminnnn.
Sebelum masuk ke topik tulisan, aku mau minta maaf karena sudah lama tidak menulis lagi, terahkir itu tanggal 23 oktober, ya cuku lama lah ya hahaha.
Jika di tanya kenapa gak nulis beberapa waktu belakangan ini, jawabannya simple sih memang lagi gak mood aja, ide banyak tapi males aja, dan bukan berarti aku baik baik saja, malah bisa di bilang beberapa waktu belakangan ini cukup tertekan.
Belakang ini aku sadar tentang beberapa hal, tentang aku yang ternyata sangat kesepian, sendirian, tentang aku yang ternyata pecundang tak terharap, tak tertegur, tentang aku yang tak layak.
Tak bisa di pungkiri bahwa banyak sekali hal yang berubah dari diriku, namun ternyata di beberapa titik aku sangat sangat buruk, selama ini aku hanya sok sibuk terhadap kehidupan yang membosankan ini, sok punya hal untuk di kerjaan yang pada nyatanya aku hanya ruang hampa yang tak kasat mata, segala bentuk pertolongan terhadap orang lain, tak merubah kisah hidup yang apa apa sendirian ini, jadi manusia yang mendahulukan kepentingan, perasaan orang lain, tak mampu memberikan kontribusi seimbang terhadap diriku, "ya memangnya gak ada yang nolong kalau lagi susah, atau dalam sebuah kondisi gitu?", tentu saja ada, beberapa orang yang satu tahun belakangan ini aku temui cukup baik untuk menolong orang lain, tapi aku yakin kalian pasti tau dan paham apa yang aku maksud.
Aku juga mulai habis habisan melakukan penghinaan, cacian terhadap diri sendiri yang aku kategorikan kegagalan, atau pecundang. Aku gagal dalam segala aspek kehidupan, aku ternyata gagal jadi seorang anak yang baik, aku ternyata gagal jadi abang dan adik di keluarga, aku ternyata gagal dalam makna sukses masyarakat, aku ternyata gagal dalam menjadi seorang manusia.
Aku lagi gelisah sekali terhadap kondisi mamak aku yang sudah lama tidak ada kabar, firasat firasat buruk menghujani kepala, benar-benar menjadi mimpi buruk bagiku, kekhawatiran ini levelnya jauh di atas, sebab aku punya sebuah janji terhadap diri sendiri, jika mamak udah gak ada, aku gak punya alasan untuk hidup, jadi aku harus selesai dengan hidup, terdengar bodoh dan labil bukan?, tapi nyatanya alasan aku hidup sampai detik ini dengan begitu banyak bentuk luka dalam luka adalah mamak aku.
Aku juga dalam keadaan kebingungan tentang apa yang sebenarnya harus aku lakukan, mengapa segala bentuk tindak dan usaha rasanya selalu saja di sambut sia sia dan kecewa, maksudku bagaimana bisa cara baik penuh usaha dan doa dengan segala kesadaran dan rasa tetap tak mampu, aku harus bagaimana.
Bagaimana caranya agar aku layak, agar aku mampu jadi cukup?
Rasa rasanya punya rasa berperasaan begitu melelahkan, rasanya aku seperti enggan punya rasa, enggan melakukan sesuatu untuk orang lain, terlalu terlihat bodoh aku nya.
Terimakasih atas waktunya karena telah mau membaca tulisan ini, maaf jikalau tulisan kali ini gantung dan membingungkan, meski aku selalu bilang bahwa menulis menjadi sarana terbaik melupakan isi hati, tapi untuk keadaan kali ini aku rasa tulisan tak mampu menampung segala luka pecah raga rasa yang selalu di paksa tertelan.
Komentar
Posting Komentar