STILL NOTHING
hai aku yoga.
Beberapa hal yang terjadi belakangan ini rasanya terlalu membuat gila, patah yang tak terhitung di remuk dengan takdir, serpihannya berterbangan dan kembali masuk ke mata, hidup dan telinga, mengakibatkan air mata, sesak, dan diam menahan sakit, meski memang pada dasarnya hidup penuh dengan hal hal tak terduga, kadang baik, kadang buruk, kadang terlihat buruk padahal baik, atau sebaliknya.
Tapi kali ini fokusnya bukan tentang penerimaan dan kata ikhlas tapi tentang rasanya, tentang dentuman suara penuh dengan kata kenapa dan apa, bahkan bagaimana. tentang hembusan asap rokok ke langit langit kamar, tentang lamunan di setiap jeda waktu yang terhenti, tentang derita perih yang sesak sekali.
"everyone gets hurts so, shut the fuck up and get the fuck off"
Ada moments dimana terlintas untuk mengakhiri hidup, tapi ya begitu, masih banyak mie ayam yang harus aku coba, masih banyak film film marvel yang aku nantikan, masih banyak hal hal kecil yang aku jadikan tujuan, meski aku tau mati bukan solusi dari kegilaan dunia ini, tapi di beberapa situasi otak spontan saja berucap "mati ajalah, gak punya siapa siapa juga"
ya kita lihat saja seberapa jauh aku mampu bertahan dari pukulan pukulan tak tertebak dari takdir yang kurang mengenakan ini.
Belum lagi menghadapi standar-standar manusia lain yang begitu memusingkan, maksudku jika dari sudut pandangmu tak ada perubahan di kehidupanku, terlihat gitu gitu saja, ya sudah I don't give fuck, karena memang aku yang tau tangis dan jeritan terbungkam itu, aku yang tau berapa banyak usaha gagal yang aku tempuh, beberapa orang terlahir memang untuk berjuang mengejar sesuatu, untuk masa depan, tapi apalah daya untuk orang orang yang mati matian bertahan di dasar lubang gelap gulita itu, yang di pikirkan ya hanya bagaimana bertahan di dasar, bukan merangkak naik kepermukaan.
Banyak sekali hal yang terpendam, nyatanya mempengaruhi individu dalam bersosialisasi, berinteraksi dengan manusia lain akan jauh lebih sensitif, ya bisa saja aku bercerita ke orang lain, tapi kalian pasti juga kenal aku, bicara tergantung lawannya, dan untuk di keadaan sekarang aku tak mampu mencurahkan luka membusuk yang terus menerus aku tutupi agar tak terlihat lemah, namun itu malah menyiksa.
Tulisan kali ini random sekali bukan, tidak pasti apa yang mau di bahas, ya seperti apa yang aku rasakan, kebingungan mencari titik terang diantara gelapnya dasar jurang ini.
Komentar
Posting Komentar