JALAN PENUH BENCI
Hi aku yoga
Aku baru saja menjadi seorang pengangguran hahaha, Congratulations for my self, tidak bisa di bilang senang tapi sedikit tenang walaupun kebingungan, lucu sekali bukan dengan bentuk perasaan seperti itu, layaknya udah jalan bareng telponan setiap malam tapi bukan siapa siapa hahaha.
Di waktu aku menjadi pengangguran ini, ada beberapa hal menarik yang membuat aku semakin percaya bahwa manusia ada bentuk makhluk paling tidak pasti, yang selalu saja memberikan hal hal bertentangan terhadap apa yang ada di depan dan di belakang, manusia yang sangking takutnya sampai rela membunuh orang orang lain dalam harap dan tawa, merenggut segala jiwa hingga tak bersisa, merombak struktur cerita layaknya sutradara ternama, demi cerita penuh keyakinan agar tersampaikan makna benci yang ada.
Kadang aku bertanya tanya, apakah harus semenjijikan itu dalam bertarung, bukan kah ini kompetisi, lantas mengapa kau penuhi dengan caci maki penuh benci, hanya karena kau takut terusik oleh sesuatu yang punya kendali, katanya bosan, kata muak, katanya ingin segera keluar, tapi mengapa orang lain kau pilih untuk mendapatkan ucapanmu itu, memangnya kau siapa berhak memilih di pertarungan orang lain.
Setelah ini apa lagi langkahmu, mangsa mana lagi yang coba kau singkirkan, mata mana lagi yang ingin kau buat berair, kepala mana lagi yang ingin kau buat menunduk, bahu mana lagi yang ingin kau buat remuk.
Aku tidak terlalu peduli sebenarnya, meski aku salah satu dari target yang kini berhasil kau singkirkan, hanya saja aku kasihan, kepadamu yang memiliki banyak hal baik, kepadamu yang punya cara cara pintar, namun kau memilih cara kotor dan menjijikan, lucu sekali manusia ini.
Apa sih yang sebenarnya di cari manusia di dunia ini? kebahagiaan? dari panjangnya rentetan peristiwa di hidup, dari panjangnya cerita dalam kehidupan yang di cari bahagia? bukan kah terlalu naif jika memang benar adanya.
Karena bahagia bentuk rasa yang sementara, tidak abadi, aku ulangi TIDAK ABADI, dan dengan fakta tersebut bukan kah pecarian itu akan terus menerus kau cari, sampai kapan? sampai kau perlahan hilang dari dunia, sampai kau mulai menyadari bahwa semua rasa perlu di raya.
Ask ur self!!!
Komentar
Posting Komentar