BICARAKAN!!!
HAI AKU YOGA
Pada dasarnya, mengkomunikasikan perasaan yang ada adalah bentuk paling sederhana dalam mencintai. Tapi sering kali, justru yang paling sederhana itulah yang paling sering terlupakan. Kita terlalu sibuk menebak, menerka, dan berharap orang lain mengerti tanpa harus dijelaskan. Padahal, cinta yang sehat bukan tentang menebak. Cinta yang sehat adalah tentang bicara, tentang membuka diri, tentang menyampaikan isi hati meski suara terdengar pelan dan ragu.
“Kamu sedang merasakan apa?”
Pertanyaan sederhana. Tapi juga pertanyaan yang dalam. Sering kali kita bahkan tidak tahu apa yang kita rasakan. Marah, tapi ternyata sedih. Kecewa, tapi sebenarnya takut. Dan ketika kita tidak bisa memahami perasaan kita sendiri, bagaimana mungkin orang lain bisa mengerti?
“Kenapa bisa muncul perasaan tersebut?”
Perasaan tidak datang begitu saja. Ia seperti tamu yang membawa cerita. Ada penyebab, ada akar. Mungkin karena ucapan yang menyakitkan, mungkin karena sikap yang berubah, atau mungkin karena luka lama yang belum sembuh. Mengungkap alasan dari sebuah perasaan adalah langkah pertama untuk menyembuhkan.
“Apa solusi dari perasaan tersebut?”
Kadang kita hanya butuh didengar, kadang kita butuh dipeluk, kadang kita butuh ruang. Tapi semuanya akan tetap menjadi teka-teki jika tidak dikomunikasikan. Solusi bukan tentang menghilangkan perasaan, tapi tentang memahami dan menenangkannya.
“Apa yang salah?”
Bukan untuk saling menyalahkan, tapi untuk menemukan celah. Mungkin kita terlalu diam, mungkin kita terlalu menuntut, atau mungkin kita terlalu berharap tanpa berbicara. Mengakui kesalahan, baik dari diri sendiri maupun pasangan, adalah tanda bahwa kita masih mau memperjuangkan hubungan.
“Maunya seperti apa? Seharusnya bagaimana?”
Ini bukan tentang ego. Ini tentang kejelasan. Karena dalam cinta, kejelasan adalah bentuk penghargaan. Ketika kita tahu apa yang diinginkan dan bagaimana seharusnya dijalani, kita tidak lagi berjalan dalam gelap.
Komunikasi bukan hanya tentang bicara. Ia adalah jembatan antara dua hati. Ia adalah jalan pulang ketika semuanya terasa jauh. Ia adalah pelukan dalam bentuk kata-kata. Dan dalam setiap hubungan, komunikasi yang jujur dan terbuka adalah napas yang menjaga cinta tetap hidup.
Jadi, jangan takut untuk menyampaikan. Jangan takut untuk berkata, “Aku lelah,” “Aku kecewa,” atau bahkan, “Aku bahagia bersamamu.” Perasaan, sekecil apa pun itu, pantas untuk diperjuangkan dengan komunikasi. Karena cinta tidak akan pernah tumbuh dalam diam. Ia tumbuh dalam keberanian untuk bercerita, untuk mengakui, untuk saling memahami.
Kalau kamu sedang mencintai, jangan hanya diam. Tanyakan, dengarkan, dan sampaikan. Karena mencintai bukan hanya tentang hadir, tapi tentang hadir dengan hati yang terbuka.
Komentar
Posting Komentar