SEBENARNYA APA?
HI AKU YOGA
Apa sih yang sebenarnya dicari manusia di dunia ini? Kebahagiaan? Pertanyaan itu sering muncul di kepalaku, tiba-tiba, di waktu-waktu kosong atau di tengah keramaian. Kadang saat sedang sendiri di kamar, kadang pula ketika melihat orang tertawa di jalanan. Sederhana, tapi berat. Apa benar kebahagiaan adalah tujuan akhir dari hidup?
Dari panjangnya rentetan peristiwa hidup, dari pagi ke malam, tahun ke tahun, manusia berjalan terkadang cepat, kadang lambat. Mereka jatuh, berdiri lagi. Mereka tersenyum, tapi tak jarang menangis diam-diam. Dan di balik semua itu, katanya yang dicari adalah bahagia. Tapi… benarkah? Bukan kah terlalu naif jika memang benar adanya?
Kupikir, kebahagiaan itu bukan sesuatu yang bisa dicari seperti mencari kunci hilang. Ia tak selalu tampak. Kadang ia ada, tapi samar. Kadang terasa, tapi tak bertahan lama. Hari ini kita bahagia karena hal kecil secangkir kopi, pelukan hangat, kabar baik. Tapi esoknya, kita bisa patah hanya karena satu kalimat. Aneh ya, betapa rapuhnya bahagia.
Manusia, dari lahir sampai mati, terus berjalan di labirin kehidupan. Sekolah, bekerja, menikah, punya anak, menua, lalu tiada. Semua itu seperti skrip yang sama, diputar ulang di tubuh yang berbeda. Tapi entah kenapa, setiap orang tetap menjalaninya dengan harapan. Harapan bahwa suatu saat nanti, ada sesuatu yang membuat semuanya “layak.” Bahagia, mungkin.
Namun semakin ke sini, aku mulai berpikir… mungkin yang dicari manusia bukan kebahagiaan itu sendiri, tapi rasa tenang. Rasa damai. Rasa bahwa dirinya cukup. Tidak harus tertawa setiap saat, tidak harus punya segalanya, tapi cukup. Mungkin itu yang sebenarnya dicari. Karena bahagia itu kadang menipu sekejap datang, sekejap hilang. Tapi ketenangan, jika sudah didapat, bisa bertahan lebih lama.
Kadang aku iri melihat orang-orang yang hidupnya tampak sederhana tapi wajahnya adem. Mereka tidak selalu punya apa-apa, tapi hatinya penuh. Sementara yang lain, meski dikelilingi kemewahan, matanya kosong. Mungkin kita terlalu sibuk mengejar versi bahagia yang dibentuk oleh dunia yang mewah, yang ramai, yang glamor hingga lupa bahwa bahagia bisa sangat sederhana. Kadang hanya butuh dada yang lapang, hati yang lega.
Jadi, jika ditanya lagi, apa sih yang sebenarnya dicari manusia di dunia ini? Mungkin jawabannya bukan hanya “kebahagiaan.” Mungkin, yang mereka cari adalah tempat untuk pulang. Tempat untuk diterima. Tempat di mana mereka bisa menjadi diri sendiri tanpa takut dinilai. Dan mungkin… tempat itu bukan di luar sana, tapi di dalam hati mereka sendiri.
Komentar
Posting Komentar